Texis Tells The Parable of the Sons

✨Jesus Tells the Parables of the Sons ✨

📖 Ayat Bacaan: Lukas 15:11–32

📝 Ringkasan Khotbah:

Sadar gak kalau seringkali kita terhilang dari Tuhan? Yesus menjelaskan ada dua jenis anak yang hilang. Pertama, anak bungsu yang hilang, yang memberontak, meminta warisan kepada bapanya, dan pergi untuk berfoya-foya. Setelah ia bersenang-senang dan kehabisan uangnya, barulah dia pulang kembali kepada bapanya. Namun, bapanya justru tetap menerimanya dengan sukacita, karena kasihnya teramat besar.

Kedua, anak sulung yang hilang. Setelah melihat apa yang bapanya lakukan, anak sulung ini marah. Sebab, selama ini ternyata dia taat kepada bapanya, karena dia juga hanya menginginkan harta bapanya. Jadi, baik anak bungsu, maupun anak sulung, keduanya sedang terhilang.

🤔 Pertanyaan Reflektif:

1. Seperti anak bungsu, apa hal-hal yang membuat kamu jauh dan pergi dari hadapan Tuhan? Apakah hal tersebut handphone, games, prestasi, kenyamanan, atau yang lainnya? (Tips Respons💡: Ajak anak bercerita apa yang menarik hatinya belakangan ini, lalu bantulah ia melihat bagaimana Tuhan tetap ingin dekat).

2. Seperti anak sulung, apakah kamu mengikut Tuhan karena kamu benar-benar mengasihi Tuhan atau kamu hanya mengharapkan berkatnya saja dari Tuhan? (Tips Respons💡:  Tanyakan apa yang ia rasakan tentang Tuhan akhir-akhir ini, lalu arahkan pelan-pelan bahwa Tuhan lebih mencari hati daripada sekadar rutinitas).

✝ GOSPEL CONNECTION:

Kasih Bapa yang sempurna itu dinyatakan saat Ia rela meninggalkan Anak-Nya sendiri di kayu salib, supaya kita kembali ke dalam pelukan Bapa.

Injil bukan tentang kita hidup sebebas-bebasnya, bukan pula tentang hidup taat saja. Injil mengajarkan sesuatu yang lebih indah, bahwa Bapa sendiri telah datang mencari, memeluk, dan memulihkan kita dalam kasih dan anugerah-Nya.

🙌🏼 Sebagai orang-orang yang telah ditemukan di dalam Kristus, mari kita...

1. Meninggalkan kenyamanan sementara karena Kristus juga telah meninggalkan kenyamanan terbesar-Nya untuk keselamatan kita.

2. Sadar bahwa kasih Bapa yang begitu besar membuat kita yang dahulu terhilang menjadi ditemukan.