Meditating The Word

Mengapa merenungkan Firman Tuhan itu sangat penting dalam pertumbuhan iman kita? Kita sangat dipengaruhi oleh world view dan waktu lahir baru maka world view kita belum tentu berubah sehingga orang Kristen tidak otomatis memiliki worldview yang benar.

 

Worldview dunia yang menjadi porosnya adalah self centered  sehingga kalau mereka memakainya dalam gereja maka yang mereka cari adalah keuntungan diri sendiri. Mereka akan melihat Alkitab dan Kekristenan dari kacamata Dunia dan kalau mereka  mendengar kotbah, pergi ke Gereja atau  melihat Tuhan dengan kaca mata dunia maka yang mereka lihat adalah bagaimana firman ini menguntungkan dirinya, bagaimana Tuhan ini bisa memberkati  atau bagaimana Tuhan bisa membuat  bahagia. Jadi worldview dunia itu bukan Christ centered tetapi “ me centered “ dimana  tidak melihat apa yang kita miliki ini adalah titipan tetapi menganggap apa yang kita miliki ini adalah milik kita sendiri.

 

ORANG KRISTEN TIDAK OTOMATIS MEMILIKI “WORLD VIEW “ YANG BENAR

 

Roma 12:2
Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu,

 

Surat ini ditulis karena pada waktu itu orang Kristen di Roma sedang dikelilingi oleh filsafat-filsafat, kepercayaan dan worldview yang sangat duniawi. Sebab itu Paulus menasehatkan supaya mereka tidak sama dengan dunia dan berubah oleh pembaharuan budi.  Dan untuk kita tidak menjadi sama dengan dunia ini maka yang pertama kali berubah adalah bukan cara berpakaian, bukan datang ibadah,bukan memberi atau melayani tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu maksudnya adalah berubah dari pemikiran yang lama yaitu dari “ me centered “ menjadi “ Christ Centered “.  Biblical World View adalah  dimana yang menjadi poros adalah Kristus atau Gospel Center sehingga kita tidak lagi hidup menurut worldview dunia. Ketika kita mendengar kotbah atau membaca Alkitab maka tidak lagi tentang kita tetapi tentang Tuhan sehingga yang kita cari bukan untuk kepentingan atau keuntungan diri sendiri namun bagaimana kita dapat memuliakan Tuhan melalui semua yang Tuhan titipkan kepada kita.

 

BIBLICAL WORLD VIEW

 

Roma 12:2
Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

 

Kemampuan kita untuk mengetahui kehendak Allah itu sebanding dengan pembaharuan budi kita. Kalau kita memakai worldview dunia maka kita tidak akan dapat mengerti kehendak Allah sebab yang kita fokuskan adalah kepentingan diri sendiri. Namun kalau kita memakai biblical world view waktu kita merenungkan Firman Tuhan maka kita akan dapat menemukan, membedakan dan mengetahui kehendak Allah yaitu apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. Jadi orang Kristen yang merenungkan Firman Tuhan akan mengalami pembaharuan budi sehingga memiliki “ biblical worldview” yaitu Christ Centered dan Gospel Centered.

 

BAGAIMANA MERENUNGKAN FIRMAN TUHAN

Banyak orang Kristen yang merasa tidak biasa dan susah untuk merenungkan Firman Tuhan. Namun kalau mengerti bahwa ketika kita sedang cemas atau kuatir maka sebenarnya kita ini sedang merenung namun yang kita renungkan adalah masalah kita. Takut itu terjadi sebenarnya kita  sedang merenungan kemungkinan-kemungkinan dari  konsekuensi atas kekuatiran-kekuatiran yang kita renungkan sebelumnya. Cemas itu terjadi saat kita merenungkan hal-hal buruk yang kemungkinan bisa terjadi tetapi sebenarnya belum tentu terjadi misalnya masalah uang, pacar atau masalah masa depan. Dan kalau kita bisa berjam-jam tidak bisa tidur karena memikirkan masalah kita itu sebenarnya kita sedang merenung. Jadi kalau kita bisa kuatir itu sebenarnya kita mampu merenungkan Firman Tuhan dan yang perlu kita ganti adalah bahan perenungan kita.

 

Mazmur 1:1
1Berbahagialah (Esher/Makarios = being fortunate and privileged to receive divine favor) orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,

 

Kata berbahagia dia ayat ini artinya menjadi beruntung dan istimewa karena merasakan Pertolongan/kebaikan Tuhan atau berbahagia berada di dalam kehendak Tuhan. Selanjutnya ada tiga kata tidak dalam ayat ini yaitu tidak berjalan, tidak berdiri dan tidak duduk  yang menunjukkan suatu progress yaitu dimulai dari mendengar lalu mengikuti  dan akhirnya menyetujui. Inilah yang iblis lakukan kepada kita untuk membuat kita tersesat (Contoh ; Lot yang akhirnya tersesat karena salah pergaulan dimana dia dianggap tidak normal dibandingkan dengan kelakuan orang Sodom dan Gomora pada waktu itu). Demikian juga dunia  berusaha mempengaruhi kita dengan hal-hal yang tidak normal menjadi sesuatu yang normal yaitu sesuatu yang kebanyakan orang lakukan (Contoh: gaya hidup alternatif, dll).

 

 

Mazmur 1:2
2 tetapi yang KESUKAANNYA ialah Taurat Tuhan (dlm PB = Firman Kristus), dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.

 

KESUKAANNYA  ( His Delight).

Banyak orang yang merasa tidak suka untuk membaca Alkitab padahal kesukaan itu sebenarnya bisa dipelajari dan kesengajaan. Contoh: ada orang yang dahulunya tidak suka kopi tetapi karena sering berkumpul dengan orang yang suka kopi maka selanjutnya dia mencoba minum kopi , lalu membeli alatnya, membeli biji kopinya, ada komunitasnya sehingga dari tidak suka menjadi kebiasaan dan akhirnya menjadi kesukaan. Demikian juga untuk memiliki kesukaan membaca Alkitab maka itu adalah suatu kebiasaan yang dibangun dan didorong oleh Roh Kudus sehingga akhirnya itu akan menjadi kesukaan.

 

TAURAT

Waktu kita berbicara mengenai Taurat maka ini adalah Perjanjian Lama dan dalam Perjanjian Baru adalah FIRMAN KRISTUS. Perjanjian Lama adalah Perjanjian Baru yang belum diungkapkan dan Perjanjian Baru adalah Perjanjian Lama yang sudah disingkapkan. Ini artinya bahwa kita harus membaca Perjanjian Lama dengan wawasan Perjanjian Baru dan membaca Perjanjian Baru dengan wawasan Perjanjian Lama.  Charles Spurgeon berkata “ Hukum Taurat sebenarnya mendorong kita kepada Kristus untuk menerima Kristus. Apa yang hukum Taurat tidak dapat lakukan maka Yesus sudah selesaikan.  Hukum Taurat menuntut kebenaran tetapi Kristus memberikan, menyediakan, mengimputasikan dan menyuntikkan kebenaran kepada kita  ( 2 Korintus 5:21). Jadi waktu kita berbicara tentang merenungkan Taurat maka itu artinya kita merenungkan Firman Kristus yaitu Injil.

 

MERENUNGKAN

Kata merenungkan itu bisa digambarkan seperti domba yang sedang mengunyah atau memamah biak makanannya. Dimana ketika domba setelah makanannya masuk dalam perutnya maka akan dikeluarkan lagi untuk dikunyah lagi, setelah itu masuk lagi dan dikeluarkan lagi untuk dikunyah lagi sampai tuntas. Kata merenungkan dalam bahasa Inggris juga memakai kata “ Ruminate “ yang artinya memikirkan sesuatu sampai dalam (meditate/ meditasi). Jadi setelah membaca Firman maka kita perlu untuk merenungkan kembali apa yang kita baca supaya kita mendapat pencerahan dari yang kita baca tersebut. Kalau biasanya waktu kuatir maka yang kita renungkan adalah hal yang semestinya tidak kita renungkan dan kita tidak merenungkan apa yang semestinya kita renungkan yaitu FirmanNya, kebaikanNya, anugerahNya dll. Takut dan kuatir muncul saat kita merenungkan masalah tetapi iman dan pengharapan muncul saat kita merenungkan Firman Kristus.

 

 

Mazmur 1:3
3Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.

 

Pohon ditanam itu secara sengaja atau secara intentional.  Kita punya biji maka baru punya potensi untuk memiliki buah tetapi kita perlu tanam itu seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air dimana aliran airnya adalah Injil atau Firman Kristus. Dan ditanam itu artinya merenungkan dan  berhasil  di sini artinya bukan duitnya tetapi mengenal kehendak Tuhan, menjadi beruntung dan istimewa untuk merasakan pertolongan/kebaikan Tuhan atau berbahagia berada di dalam kehendak Tuhan.

 

PRINSIP MERENUNGKAN FIRMAN

 

Alkitab itu terdiri dari tiga bagian yaitu narasi, puisi/nyanyian dan surat-surat. Dan narasi isinya sejarah, perumpamaan dan cerita dan biografi. Sejarah adalah kejadian yang terjadi yang menceritakan orang-orang yang hidupnya kacau, kurang konsisten kadang bisa taat tetapi juga bisa gagal dalam ketaatannya. Mengapa Alkitab mencantumkan orang-orang seperti ini yaitu Samson, Daud, Musa, Abraham, Yehuda, Esther dll.  Tuhan bukan menyuruh kita untuk menjadi mereka tetapi Tuhan ingin kita melihat diri kita yang seperti mereka yaitu penuh kelemahan, penuh ketidaksempurnaan dan penuh dosa tetapi kita disuruh melihat bahwa Tuhan tetap setia, Tuhan tetap memilih mereka dan Tuhan tetap memberikan anugerah kepada mereka sehingga pada saat kita melihat kelemahan kita yang mirip dengan mereka maka kita tidak putus asa dan tidak memandang ketidaksempurnaan kita tetapi memandang kepada Tuhan yang setia, yang sempurna, yang kuat sehingga Tuhanlah yang memampukan kita melalui kasih karunianya untuk mengalami kemenangan dan kebaikan Tuhan. Narasi itu bukan perintah atau doktrin sehingga jangan membuat doktrin  semata-mata berdasarkan pada peristiwa sejarah.  Contoh :

  • Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana. Markus 1:35

  • Anda tidak dapat mengubah kisah tentang kapan Yesus berdoa menjadi perintah atau doktrin tentang kapan kita harus bersaat teduh.  

 

Jangan menafsirkan ayat-ayat Alkitab berdasarkan pengalaman  pribadi; sebagai gantinya, tafsirkan pengalaman pribadi berdasarkan ayat-ayat Alkitab.

Exegesis = menarik keluar teks kebenaran yang Allah tempatkan di sana.

Eisegesis = membaca ke dalam teks beberapa ide atau teori yang ingin Anda lihat di sana

 

Beberapa prinsip merenungkan Firman :

  1. Baca ayatnya berulang kali

  2. Baca ayat sebelum dan sesudahnya (temukan konteksnya)

  3. Baca terjemahan lain.

 

Alkitab adalah komentari yang terbaik bagi dirinya sendiri sebab itu  selalu menafsirkan ayat-ayat yang tidak jelas dalam terang ayat-ayat yang jelas. Dan cara lain untuk dapat merenungkan Firman adalah bergabung dalam komunitas Injil yaitu Care Group untuk dapat mendiskusikan Firman Tuhan dengan benar.

 

Yosua 1:8
8Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat (FIRMAN KRISTUS – INJIL) ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.

 

Kalau anda mau menginterpretasikan Firman dengan baik dan mantap maka taruh lah Kristus di depan anda karena Dialah sosok di mana segala sesuatu itu digenapi dan diaplikasikan di dalam segala hal.

 

Efesus 3:20
20Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita