Our Responsibility Part 1 "How We Believe"

 

INJIL WEEK 17 "OUR RESPONSIBILITY PART 1 - HOW WE BELIEVE" 

Ps. Michael Chrisdion, MBA

 

 

Pembacaan : Roma 10

Kalau kita mempelajari Roma 9 dan Roma 10 maka keduanya tidak bisa dipisahkan. Seperti koin yang memiliki dua sisi maka Roma 10 itu seperti sisi satunya atau kebalikannya dari Roma 9. Kalau Roma 9 berbicara tentang  kedaulatan Tuhan maka Roma 10 berbicara tentang tanggungjawab manusia. Dan Alkitab selalu mempresentasikan kedaulatan Tuhan dan tanggung jawab manusia sebagai sebuah paradoks. Apa itu paradoks?

Menurut KBBI, paradoks diartikan sebagai pernyataan yang seolah olah bertentangan (berlawanan) dengan pendapat umum atau kebenaran, tetapi kenyataannya mengandung kebenaran. Dalam satu kalimat ada dua hal yang bertentangan, contoh “merasa kesepian didalam keramaian kota“. Dua kata yang bercetak tebal yaitu “kesepian” dan “keramaian” adalah dua hal yang saling bertentangan. Keramaian merujuk pada keberadaan banyak orang di satu tempat. Sehingga dalam kondisi sesungguhnya seharusnya orang tersebut tidak merasa sendirian atau kesepian.Meskipun memiliki dua kata yang bertentangan, namun keduanya menyatakan satu kebenaran. Contoh “tubuh tuanya mengandung semangat muda yang membara”. Kedua kata saling bertentangan namun kalimat yang dibentuk memiliki satu makna.

Jadi saat kita membaca Alkitab seperti penjelasan Paulus di Kitab Roma saat Rasul Paulus membukakan kebenaran tentang kedaulatan Allah dalam keselamatan kita itu bukan untuk membingungkan kita atau bahkan mengajak kita berdebat untuk berargumentasi tentang doktrin belaka atau untuk membuat kita khawatir tentang apakah kita dipilih atau tidak.

Tetapi tujuan dari surat-surat ini adalah untuk memberi Gereja dan orang-orang yang percaya kepada Yesus suatu keamanan, kepastian dan jaminan atas keselamatan yang mereka miliki di dalam Tuhan Yesus Kristus.

Mungkin kita bingung dengan paradoks ini dan seakan-akan bertentangan, padahal tidak. Lalu bagaimana dengan orang-orang Yahudi yang menolak Tuhan itu apakah tidak dipilih atau pada dasarnya ditetapkan Tuhan, Ya. Namun Alkitab mempresentasikan bahwa kehendak Tuhan itu mau menyelamatkan mereka namun yang tidak mau adalah manusia yang berdosa.

Matius 23:37
”Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, Tetapi Kamu Tidak Mau.

Intinya adalah bahwa Tuhan telah memberi kita suatu undangan untuk menerima keselamatan dariNya. Jika kita menolaknya maka itu adalah penolakan dan kesalahan kita sendiri dan kehendak bebas kita sendiri sebagai manusia yang berdosa. Namun di sisi lain, jika kita akhirnya memilih untuk percaya kepada Tuhan, maka kita juga perlu tahu bahwa itu semata-mata Anugerah Pemberian Tuhan yang memampukan kita.

Kita perlu menyadari bahwa ketika kita mencoba untuk memahami semua itu bersama-sama dalam pikiran kita maka itu menciptakan ketegangan yang membuat kita bingung namun ada ayat yang sangat membantu kita dalam Ulangan 29:29. 

Ulangan 29:29
Hal-hal yang tersembunyi ialah bagi TUHAN, Allah kita, tetapi hal-hal yang dinyatakan ialah bagi kita dan bagi anak-anak kita sampai selama-lamanya, Supaya Kita Melakukan segala perkataan hukum Taurat ini.”

Jadi ada bagian yang tidak dapat kita selami dan itu belum dinyatakan oleh Tuhan serta kita tidak akan dapat mengerti sampai nanti bertemu Tuhan dalam kekekalan yaitu ketika kita tidak lagi terperangkap dalam ruang dan waktu. Tetapi saat ini karena kita manusia yang sangat terbatas dan Allah kita tidak terbatas maka kalau ada hal-hal yang dinyatakan, maka tujuannya adalah supaya kita menghidupinya. 

Norman Geisler berkata  “ secara filosofis bahwa kalau sampai kita tidak tahu maka bukan berarti kita tidak mau cari tahu. Tetapi dalam proses kita mencari tahu dan tidak menemukan jawabannya maka paling tidak kita tahu kenapa kita tidak tahu.

Jadi sebenarnya apa yang Rasul Paulus katakan tentang kedaulatan Tuhan di Roma 9 bertujuan untuk menyakinkan Jemaat di Roma bahwa apa yang Tuhan sudah dan sedang lakukan dalam hidup orang percaya itu memberikan kepastian bahwa apa yang Tuhan sudah mulai dalam diri kita yang percaya maka Tuhan yang sama akan pasti menyelesaikannya. Roma 9 itu seperti catatan kaki dari Roma 8 yang ditulis oleh Rasul Paulus untuk menunjukkan kepada kita bahwa Tuhan dalam kedaulatan kuasanya pasti akan menepati janji-janji-Nya. 

Jadi ketika segala sesuatu dalam hidup kita terasa seperti adalah berantakan, kacau balau, banyak pergumulan dan penderitaan, maka bertahanlah  dalam Tuhan, sebab Allah yang memulai ini bekerja baik di antara kita akan menyelesaikannya. Martin Luther menulis dalam komentarinya di Roma 9 “ saat orang bertanya mengenai Roma 9 bagaimana kalau saya tidak terpilih, imanku ini sangat lemah, dan saya sangat bergumul dengan dosa”. Martin Luther memberi tahu mereka bahwa saat Alkitab menjelaskan mengenai doktrin predestinasi maka tujuannya adalah untuk memberikan penghiburan dan kepastian, bukan untuk menakut-nakuti.

Dan sebenarnya kalau kita peduli pada pikiran Tuhan terhadap kita maka itu menunjukkan bahwa kita punya kerinduan untuk mencari Tuhan. Dan kalau kita memiliki kerinduan ini maka kemungkinan besar bahwa Roh Kudus sedang bekerja dalam hidup kita yang artinya kita sedang ditarik oleh Tuhan serta Tuhan sedang memilih kita. Tuhan sedang menggugah hati kita untuk berbalik kepadaNya. 

ROMA 10 - PART 1 : BAGAIMANA KITA PERCAYA

Dalam Roma 10 ini maka Rasul Paulus membicarakan tanggung jawab kita. Bagian pertama menjelaskan melanisme Bagaimana Kita Percaya dan bagian kedua menjelaskan Bagaimana Kita Melakukan Bagian Kita untuk membantu orang lain untuk percaya. Komentari Martin Luther tentang Pasal ini membantu kita  untuk mengerti The Simplicity Of Faith  yaitu iman yang menyelamatkan yang membebaskan kita dari ketakutan. 

DOKTRIN KEDAULATAN ALLAH TIDAK MEMBUAT PAULUS BERHENTI BERDOA

Roma 10:1
Saudara-saudara, keinginan hatiku dan doaku kepada Tuhan ialah, supaya mereka diselamatkan. 

Paulus benar- benar prihatin terhadap kaum bangsanya sendiri Yahudi yang menolak Injil dan dia berdoa untuk mereka. Jadi kalau kita perhatikan bahwa Paulus berkata bahwa dia berdoa supaya mereka diselamatkan. Disini terlihat paradoksnya yaitu dalam Roma Pasal 9 maka Rasul Paulus baru bicara satu pasal penuh mengenai  kedaulatan Tuhan yang memilih, menentukan dan menetapkan tetapi dia masih juga berdoa untuk keselamatan mereka. Di sini kita melihat bahwa  Doktrin Kedaulatan Allah Tidak Membuat Paulus Berhenti Berdoa.

Di sini terlihat paradoks yang kita bicarakan dimana banyak orang berkata kalau Tuhan sudah berdaulat atas keselamatan seseorang dan menentukan segala-galanya mengapa kita perlu berdoa. Justru kita balik pertanyaannya yaitu kalau Tuhan tidak berkuasa dan berdaulat atas keselamatan seseorang lalu apa gunanya kita berdoa sebab Tuhan tidak berdaulat. Jadi bisa kita lihat bagaimana logika orang yang keberatan terhadap doktrin kedaulatan Tuhan itu sungguh tidak masuk akal. Mengapa melayani Dia, berdoa dan beribadah? Kalau Dia tidak berdaulat dan kalau semua bergantung kepada kita yang rentan dan rapuh ini maka mengapa kita harus beriman kepada Tuhan atau kalau kita tidak yakin akan kedaulatannya. Namun justru karena kedaulatanNya kita bisa berdoa dengan pengharapan yang kuat dan justru karena kedaulatanNya kita bisa percaya beriman dan bersandar akan kuasaNya yang menyelamatkan. Kalau kita berdoa untuk orang yang belum bertobat maka kita memiliki pengharapan yang penuh. Dan kalau kita melakukan penginjilan maka kita tahu bahwa keberhasilan dari penginjilan kita itu dijamin yaitu kalau orang itu adalah bagian dari domba-domba Kristus maka mereka pasti akan meresponi. Sebaliknya kalau mereka bukan domba Kristus dan menolak Injil yang kita beritakan maka itu bukan akibat dari ketidakmampuan kita dalam memberitakan Injil. Doktrin kedaulatan Allah tidak membuat Paulus berhenti berdoa. Doktrin kedaulatan Allah seharusnya tidak membuat kita malas melayani, berdoa atau menginjil sebab justru karena kedaulatan Tuhan kita memiliki pengharapan penuh dan keyakinan bahwa Allah berdaulat atas kehidupan kita. 

Roma 10:2
 2Sebab aku dapat memberi kesaksian tentang mereka, bahwa mereka sungguh-sungguh giat untuk Allah, tetapi tanpa pengertian yang benar.

Kalau kita melihat orang Yahudi maka tidak ada keraguan bahwa mereka sangat sungguh-sungguh dalam praktek keagamaannya,  mereka sangat berapi-api dan bersemangat untuk Tuhan. Tetapi jangan kita terlalu impress dengan orang yang kelihatannya semangat dan berapi-api untuk Tuhan sebab itu tidak berbeda dengan apa yang dinyatakan Paulus di sini.

Orang Yahudi Ortodoks itu mentaati 613 peraturan hukum Taurat tradisi mereka dan ibadah mereka dengan peraturan-pearturannya yang sangat ketat dan kolot. Rasul Paulus mengatakan bahwa masalah mereka bukan tentang semangat atau berapi-api karena memang hal itu menjadi kelebihan mereka. Tetapi mereka melakukan semua itu tanpa pengertian yang benar tentang Tuhan. 

Bagaimana aplikasinya dengan kita yaitu banyak orang yang kelihatannya berapi-api, tulus dan semangat dalam melayani Tuhan tetapi tanpa pengertian yang benar maka itu sama dengan penyembahan berhala. Voddie Baucham berkata “ Gereja masa kini menghasilkan jemaat yang sangat bersemangat tetapi kepalanya kosong untuk mengasihi Yesus yang mereka tidak kenal dengan baik.”

Banyak orang yang berkata yang penting itu tulus dan sungguh -sungguh namun ternyata 

ketulusan dan kesungguhan itu tidak menyelamatkan kalau obyek ketulusan dan kesungguhannya itu salah. Kita bisa bersemangat melayani Tuhan, tetapi apa yang menjadi dasar motivasinya yaitu apakah iman kita pada pelayanan kita atau pada siapa yang menyelamatkan kita. Jadi aktivitasnya sama tetapi motivasinya bisa berbeda. Seperti yang sering kita dengar yaitu musuh Injil adalah legalisme yaitu kalau kita melakukan sesuatu untuk mendapatkan upah atau karena takut masuk neraka maka sebenarnya kita tidak mengasihi Tuhan tetapi mengasihi diri sendiri. 

Roma 10:2-3
 2Sebab aku dapat memberi kesaksian tentang mereka, bahwa mereka sungguh-sungguh giat untuk Allah, tetapi tanpa pengertian yang benar. 3Sebab, oleh karena mereka tidak mengenal kebenaran Allah dan oleh karena mereka berusaha untuk mendirikan kebenaran mereka sendiri, maka mereka tidak takluk kepada kebenaran Allah.

Agama/religion (do) mengatakan saya taat,melayani dan beribadah  supaya saya diterima oleh Tuhan. Inilah yang ditentang oleh Injil dan Rasul Paulus menjelaskan bahwa orang- orang Yahudi yang menolak Tuhan itu begitu bersemangat, berapi-apai dan kelihatannya tulus tetapi tanpa pengertian yang benar. Dan mereka membangun kebenarannya sendiri melalui agama, ritual dan peraturan-peraturan yang mereka lakukan untuk Tuhan. 

MEKANISME IMAN DAN PERBUATAN

Kalau bebicara tentang mekanisme iman dan perbuatan yang salah maka iman ditambah dengan perbuatan akan menghasilkan keselamatan. Ini bukanlah kekristenan tetapi agama dimana dikatakan oleh Rasul Paulus sebagai kesalahan yang masih banyak dilakukan oleh orang-orang Kristen.                     

Roma 10:4 (TSI)
 4Mereka tidak mengerti bahwa Kristus sudah memenuhi semua peraturan Hukum Taurat bagi kita. Jadi, setiap orang yang percaya penuh kepada Yesus sudah dibenarkan di hadapan Allah tanpa perlu lagi bergantung pada peraturan-peraturan itu.

Mereka tidak mengerti bahwa Kristus sudah memenuhi semua peraturan Hukum Taurat. Sehingga Hukum Taurat itu bukan lagi menjadi syarat untuk berdamai dengan Tuhan tetapi merupakan kesempatan dimana kita bisa melayani Tuhan. Mereka yang tidak mengerti bahwa Kristus sudah memenuhi semua peraturan Hukum Taurat adalah mereka yang menolak Injil sekalipun kelihatannya bersemangat dan menolak Injil. Dan ciri-ciri orang yang tidak mengerti adalah merasa capek dan berat untuk apa yang dilakukannya sebab melakukannya dengan harapan untuk mendapatkan sesuatu misal; penerimaan, terobosan, keselamatan jawaban doa dsb. Dan kalau efeknya tidak terjadi maka merasa lelah, berat dan merasa bahwa Tuhan itu tidak adil. Inilah kekecewaan yang dialami oleh banyak orang terutama dalam masa pandemik ini dimana mereka merasa capai karena merasa percuma dengan apa yang telah mereka lakukan untuk Tuhan. Dan Rasul Paulus mengutip kitab imamat 18:5 di  Roma 10:5 (TB)

 5 Sebab Musa menulis tentang kebenaran karena hukum Taurat: ”Orang yang melakukannya, akan hidup karenanya.”

Kalau kita mengukur hidup dan kerohanian kita dengan seberapa banyak yang kita lakukan untuk Tuhan maka kita tidak akan pernah merasa cukup, seakan-akan kita berusaha untuk mendapatkan perkenanan dari Tuhan. Dan kalau yang menjadi tolok ukurnya adalah kesempurnaan maka kita tidak akan mungkin dapat mencapainya. Dan efeknya adalah kita bukan hanya merasa capai dan berat namun juga merasa bahwa Tuhan seakan-akan semakin jauh dan tidak bisa dicapai. 

Roma 10:6-8 (TB)
  6 Tetapi kebenaran karena iman berkata demikian: ”Jangan katakan di dalam hatimu: Siapakah akan naik ke sorga?”, yaitu: untuk membawa Yesus turun, 7atau: ”Siapakah akan turun ke jurang maut?”, yaitu: untuk membawa Kristus naik dari antara orang mati. 8 Tetapi apakah katanya? Ini:”Firman itu dekat kepadamu,
yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu.” Itulah firman iman, yang kami beritakan.

Paulus mau mengingatkan Jemaat Roma tentang apa yang Musa katakan kepada bangsa Israel yaitu supaya mereka tidak sombong dan arogan. Dia mengutip Ulangan 30:12-14 “ siapa kamu mau pergi ke gunung Tuhan untuk bertemu Tuhan atau mau turun ke jurang maut “. Dan ayat yang ke 8 berkata “Firman itu dekat kepadamu yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu “ 

Melalui kitab Ulangan ini maka sebenarnya Musa mengatakan kepada bangsa Israel supaya mereka tidak perlu pergi jauh-jauh mencari Tuhan sebab Dia bersemayam melalui Tabernakel. Dan Tuhan sudah memberikan Hukum TauratNya kepada kita untuk kita hidupi dan untuk melindungi kita sehingga kita berada dalam perlindungan Tuhan. Itulah yang ada dalam konteks Perjanjian Lama. Namun menariknya bahwa Rasul Paulus memberitakannya dalam ayat yang ke 6 “ tetapi kebenaran karena iman “ dan ayat 8 “itulah Firman iman yang kami beritakan. “ 

GOSPEL CONNECTION

Yang Paulus lakukan dari Ulangan kepada jemaat di Roma yaitu dia mengatakan ”Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu”. Apa yang dimaksudkan dengan perkataannya itu?

 4Mereka tidak mengerti bahwa Kristus sudah memenuhi semua (Telos) peraturan Hukum Taurat bagi kita. Jadi, setiap orang yang percaya penuh kepada Yesus sudah dibenarkan di hadapan Allah tanpa perlu lagi bergantung pada peraturan-peraturan itu.

Kata-kata “ memenuhi semua “ berasal dari kata  “Telos” (Kegenapan) artinya Kristus telah menggenapi.  Arti harafiah dari telos adalah tujuan, perwujudan dan penyempurnaan. Artinya Hukum Taurat itu adalah tujuannya memang seakan-akan menantang kita untuk melakukannya dan menunjukkan bahwa saat kita berusaha untuk melakukannya maka kita akan gagal, capai dan akan merasa bahwa Tuhan jauh serta tidak ada harapan untuk bisa diselamatkan dengan perbuatan kita. Dan itu memang tujuannya yaitu untuk membuat kita sadar bahwa kita butuh penyelamat.  

Yohanes 1:17 
sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi Kasih Karunia Dan Kebenaran Datang Oleh Yesus Kristus

Itulah sebabnya pribadi kedua dari Allah Tritunggal datang menghampiri kita. Itulah yang diingatkan oleh rasul Paulus dalam Roma 10: 8 “ Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu.” Itulah firman iman, yang kami beritakan.

Dan ayat 8 mengatakan bahwa Firman itu tidak hanya berupa Hukum Taurat tetapi dalam  Yohanes 1:1 dikatakan “ pada mulanya adalah Firman dan Firman itu adalah Allah. Dan ayat 14 nya berkata…. firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-nya sebagai Anak Tunggal Bapa, Penuh Kasih Karunia Dan Kebenaran.

Kita ciptaan yang bobrok dan berdosa yang tidak bisa mendekat kepada Tuhan yang maha Kudus dan Sempurna. Tetapi sang pencipta yang berkuasa masuk ke dalam sejarah manusia dan mendatangi kita. Dia masuk kedalam dunia yang penuh dengan dosa untuk menyelamatkan umatnya yang berdosa. Yang paling berharga ditolak supaya kita yang kotor dan menjijikan di terima. Yang suci menjadi dosa supaya kita yang berdosa disucikan. Sang maha kasih harus mengalami murka Allah supaya kita yang semestinya dimurkai Allah menerima kasih Allah yang sempurna. 

BAGAIMANA KITA MENERIMA INI SEMUA?

Roma 10:9 – 11 (TB)
  9Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. 10Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan. 11 Karena Kitab Suci berkata: ”Barangsiapa yang percaya kepada Dia, tidak akan dipermalukan.”

Tuhan mengubah hati kita. Kita diberi hati yang percaya sehingga kita dimampukan. Artinya Tuhan yang paling mampu dibuat tidak berdaya di atas salib supaya kita yang tidak mampu dan tidak berdaya menerima kemampuan Allah di dalam Kristus!

Jadi mekanisme iman dan perbuatan yang benar adalah iman yang benar itu memberikan kita keselamatan. Dan karena keselamatan itu sudah kita terima maka kita melakukan segala sesuatu bukan untuk diselamatkan tetapi karena kita sudah diselamatkan. Mengapa kita mengasihi orang lain yaitu karena kita yang patut dimurkai tetapi menerima kasih yang sempurna dari Tuhan sehingga kita bisa mengasihi. Kalau kita bisa mengampuni itu karena Tuhan telah terlebih dahulu mengampuni kita. Dan kalau kita bisa memberkati itu juga karena Dia sudah lebih dahulu memberikan kita berkat yang terbesar yaitu diriNya sendiri. Jadi Injil/the gospel (done) adalah “ saya sudah diterima oleh Tuhan, hal itu menyebabkan saya untuk taat. “

Roma 10:12-13 (TB)
12Sebab tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan orang Yunani. Karena, Allah yang satu itu adalah Tuhan dari semua orang, kaya bagi semua orang yang berseru kepada-Nya. 13 Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan.

Kekristenan membuktikan bahwa keselamatan yang ditawarkan Tuhan itu melampaui suku, etnis, latar belakang,tingkat pendidikan serta moralitas. Setiap orang yang memanggil nama Tuhan akan diselamatkan, sangat inclusif. Injil adalah kabar yang menciptakan komunitas yang paling inclusif. Gereja ada di seluruh dunia secara demografis. Dan Injil tidak diperuntukkan untuk ras dan etnis tertentu tetapi untuk semua orang. 

IMPLIKASI KEBENARAN INI:

  • Rest in Christ. Kristus sudah melakukan semua untuk menjadi jembatan kesempurnaan dari ketidak sempurnaan kita.
  • Trust Him. Keselamatan sudah dijamin di dalam Kristus sehingga kita dapat mempercayakan pergumulan dan masa depan kita kepadaNya
  • Serve Him. Dialah pusat segala sesuatu yang telah menopang hidup kita, sehingga hidup kita berpusat bagi kemuliaanNya.

Kemuliaan kehidupan Kristen adalah kita memiliki pengharapan yang mengalahkan kesedihan. Pengharapan itu tidak menghilangkan kesedihan tetapi mempermanisnya. 

Pengharapan itu mengatasi kesedihan (Tim Keller).